Jumat, 20 Desember 2013

TETANGGA BEDA ALAM PART 1



Pagi  itu,udara dingin merangsek masuk kedalam sela-sela tuhanku,dengan berat aku bangun dari  kasur tidurku.maklumlah sebagai seorang istri dan seorang ibu aku punya kewajiban yang harus selalu aku laksanakan.perkenalkan namaku ami ,aku salah istri petani yang hidup dikabupaten Sidrap,suamiku memutuskan untuk hidup dan bertani di sebuah dusun terpencil di sidrap.parahnya lagi kami tinggal sendiri di tengah kawasan pertanian yang jauh dari jalan raya serta rumah penduduk.tapi apa boleh buat,sebagai seorang istri yang baik aku tidak bisa mengeluh ,malah harus memberikan support bagi suami dan anakku.

Tak terasa sinar matahari kini sudah terasa hangat menyentuh kulit,pekerjaanku untuk mengabdi pada suami dan anak juga sudah selesai,kini waktunya istirahat.anak semata wayangku aku biarkan bermain bersama ayahnya didepan rumah.kebetulan,waktu itu suamiku absen dari pekerjaannya sebagai seorang petani.lagi sakit katanya,karna itu,bukannya beristirahat dia malah mencoba memperbaiki ban sepedanya yang rusak.aku berkali-kali mecoba membujuknya untuk beristirahat tapi tetap saja dia menolak.katanya, badannya malah akan lebih sakit kalau cuman berbaring
.
Aku membaringkan tubuh di aula depan rumah ,sambil mencoba untuk tidur .mataku memang sudah tertutup ,namun fikiranku memang belum bisa untuk melayang ke alam mimpi,saat itu,aku mendengar derap lengkah dari dua pasang kaki di tangga rumahku,maklum karena rumahku hanya rumah panggung jadi sangat terasa apabila ada tamu yang ingin berkunjung.aku mencoba membuka mata tapi,mataku terlalu berat untuk membuka,hingga ku dengar tamu itu bercakap “yang punya rumah sedang tidur” rupanya dia seorang laki-laki .tapi aku masih belum bisa bangun dari tidur abal-abalku ,hingga saat aku merasa mereka sudah menuruni tanggah rumahku aku mencoba mengejar mereka untuk mengetahui keperluan mereka mendatangiku.

Aku menuruni tangga rumah ,ku lihat suamiku masih berkutat dengan sepedanya,aku mencoba bertanya kemana dua tamu kita tadi.”tamu yang mana ?dari tadi aku disini aku ngak pernah ngeliat orang lain datang kerumah apalagi naik menemui kamu “jawab suamiku
“ngak,tadi ada yang datang” balasku aku kembali berlari kehalaman depan rumah hingga aku terbungkam saat kulihat sepasang suami istri yang berjalan di pematang sawah,istrinya membawa bakul padi dikepala sedangkan sang suami membawa bungkusan putih yang berbeda,yang akupun ngak tahu apa isinya.aku tahu merekalah tamu yang mendatangiku tadi mereka bukan manusia seperti kami,pantas saja suamiku tidak melihat mereka,aku terus saja menatap mereka yang terus saja berjalan hingga akhirnya menghilang di tengah teriknya siang.Aku tahu rumah kami ini memang berada pada lingkungan dengan banyak makhluk astral,tapi aku percaya mereka itu nggak akan menggagu kalu kitapun tidak mengusik mereka,karena itulah aku memutuskan untuk kembali keaula melanjutkan tidur yang tadinya tertunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar