Pagi itu,udara dingin
merangsek masuk kedalam sela-sela tuhanku,dengan berat aku bangun dari kasur tidurku.maklumlah sebagai seorang istri
dan seorang ibu aku punya kewajiban yang harus selalu aku
laksanakan.perkenalkan namaku ami ,aku salah istri petani yang hidup
dikabupaten Sidrap,suamiku memutuskan untuk hidup dan bertani di sebuah dusun
terpencil di sidrap.parahnya lagi kami tinggal sendiri di tengah kawasan
pertanian yang jauh dari jalan raya serta rumah penduduk.tapi apa boleh
buat,sebagai seorang istri yang baik aku tidak bisa mengeluh ,malah harus
memberikan support bagi suami dan anakku.
Tak terasa sinar matahari kini sudah terasa hangat menyentuh
kulit,pekerjaanku untuk mengabdi pada suami dan anak juga sudah selesai,kini
waktunya istirahat.anak semata wayangku aku biarkan bermain bersama ayahnya
didepan rumah.kebetulan,waktu itu suamiku absen dari pekerjaannya sebagai
seorang petani.lagi sakit katanya,karna itu,bukannya beristirahat dia malah
mencoba memperbaiki ban sepedanya yang rusak.aku berkali-kali mecoba
membujuknya untuk beristirahat tapi tetap saja dia menolak.katanya, badannya
malah akan lebih sakit kalau cuman berbaring
.
Aku membaringkan tubuh di aula depan rumah ,sambil mencoba
untuk tidur .mataku memang sudah tertutup ,namun fikiranku memang belum bisa
untuk melayang ke alam mimpi,saat itu,aku mendengar derap lengkah dari dua
pasang kaki di tangga rumahku,maklum karena rumahku hanya rumah panggung jadi
sangat terasa apabila ada tamu yang ingin berkunjung.aku mencoba membuka mata
tapi,mataku terlalu berat untuk membuka,hingga ku dengar tamu itu bercakap
“yang punya rumah sedang tidur” rupanya dia seorang laki-laki .tapi aku masih
belum bisa bangun dari tidur abal-abalku ,hingga saat aku merasa mereka sudah
menuruni tanggah rumahku aku mencoba mengejar mereka untuk mengetahui keperluan
mereka mendatangiku.
Aku menuruni tangga rumah ,ku lihat suamiku masih berkutat
dengan sepedanya,aku mencoba bertanya kemana dua tamu kita tadi.”tamu yang mana
?dari tadi aku disini aku ngak pernah ngeliat orang lain datang kerumah apalagi
naik menemui kamu “jawab suamiku
“ngak,tadi ada yang datang” balasku aku kembali berlari
kehalaman depan rumah hingga aku terbungkam saat kulihat sepasang suami istri
yang berjalan di pematang sawah,istrinya membawa bakul padi dikepala sedangkan
sang suami membawa bungkusan putih yang berbeda,yang akupun ngak tahu apa
isinya.aku tahu merekalah tamu yang mendatangiku tadi mereka bukan manusia
seperti kami,pantas saja suamiku tidak melihat mereka,aku terus saja menatap
mereka yang terus saja berjalan hingga akhirnya menghilang di tengah teriknya
siang.Aku tahu rumah kami ini memang berada pada lingkungan dengan banyak
makhluk astral,tapi aku percaya mereka itu nggak akan menggagu kalu kitapun
tidak mengusik mereka,karena itulah aku memutuskan untuk kembali keaula
melanjutkan tidur yang tadinya tertunda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar